Kepuasan Pribadi dan Egosentris (6)
—– Kamis, 5 Februari 2009 —-
Di saat mereka bangga dengan keterikatannya pada kelompoknya,
Aku lebih bangga dengan IndependensiQ……..
Di saat mereka menganggap perkataan sang Guru adalah Perintah/Instruksi
Aku menganggap kata2 Guruku hanyalah sebuah masukan (yang haruus aku pikir2 dan pertimbangkan sebelum melaksanakan/menolaknya)
Di saat mereka meriah dengan bendera2nya………
Aku lebih semarak dengan bendera kepolosanQ ……..
Aku bangga dengan pendirianku ini, kawan!!!!!
Aku berjuang bersama mereka,
tapi aku bukan bagian yang tak terpisahkan dari mereka……….
Akulah ………
Friski Cahya Nugraha ………..
Posted by dhee on Februari 11, 2009 at 6:05 pm
kepuasan pribadi dan egosentris
menarik…
…”berjuang bersama namun tak terikat”…
why?? knp memilih tak terikat??
Bukankah lebih baik jika kita berada dalam jamaah
memang saat kita berada dalam jamaah
kita menemui berbagai macam pemikiran orang
dengan segala kekurangan dan kelebihannya
Mungkin ada yang tidak sesuai
Itulah hidup, kita harus berbagi dan saling melengkapi, serta saling menghargai
Saat sendiri pertahanan mudah dipatahkan
namun jika bersama kita bisa mengatur strategi
kekuatan ukhuwah karena Allah
“Bangga…”
tentu kita harus bangga…
yang manimbulkan optimisme
namun bukan berarti kita sombong dan terlena…
” Perkataan Guru adalah Perintah..”
tak selamanya seperti itu
dalam aspek ini butuh pemahaman yang lebih mendalam dan arif
juga dari guru itu harus bisa memilah dan tau seberapa dalam pemahaman muridnya
jadi yang dilaksanakan murid itu dengan kesadaran penuh
akan tujuan/maksudnya
Sebenernya peran guru itu banyak
sbg pengasuh, pembimbing, guru dan pembimbing…
So menurut saya
dalam jamaah kita akan lebih terjaga
dan dapat mengoptimalkan peran kita
demi tujuan yang besar^_^
Namun semua tergantung kita
karena hidup adalah pilihan
dan semua pilihan pasti ada konsekuensinya…
Semoga kita dapat memanfaatkan hidup kita sebaik mungkin
demi mengharap Ridho-Nya….
Posted by al fajr on April 29, 2009 at 2:39 pm
tidak ada seorang makhluq pun yang sungguh-sungguh independen, kawan!
ketika seseorang tidak berada dalam satu orbit, niscaya ia berada dalam orbit yang lain..
sekali lagi…
jangan puas jadi “saksi sejarah”
tapi jadilah “pelaku sejarah”
tidak harus jadi pahlawan “besar” yang tampak…
karena bisa jadi pahlawan sesungguhnya, adalah pahlawan “kecil” dengan sepenuh keikhlasan.
mereka yang tak tampak di mata penduduk bumi…tapi agung di mata penduduk langit…
seperti kisahnya julaibib ra…. ^_^
kpn2 takceritain…insya ALLOH… (ga cuma avatar kq yg sy “suka” ceritanya…hehe)
piss!!