Saya paham Advokasi (justru) setelah Purna dari BEM Teknik (4)

Saya paham Advokasi (justru) setelah Purna dari BEM Teknik (4)

—– Ahad, 8 Februari 2009 —-

Advokasi, sebuah bidang/istilah/kata yang cukup sering didengar dan diteriakkan oleh para Aktivis Mahasiswa (at least di UGM). Advokasi –kurang lebih- artinya Pembelaan, sebuah pembelaan terhadap hak-hak mahasiswa (jika di lingkup kampus). Memperjuangkan Transparnsi Biaya Pendidikan, mengurus berkas2 pengajuan Beasiswa BOP, membantu maba2 yang kesulitan dalam membayar SPMA adalah 3 hal pokok yang saya liat di BEM (entah Univ maupun Fakultas) selama 3 tahun / 4 periode saya merintis karier (dan memecakan rekor caps terbanyak) di BEM KMFT UGM.

Kalo saya boleh sedikit beranekdot, -karena tugas pokoknya di atas- KaDep/Menteri Advokasi adalah “profesi” yang paling rawan untuk “dimusuhi” oleh Dekanat/Rektorat, bahkan dalam Periode ke-3 saya (saat saya menjadi KaDep SosMas), saya ingat bagaimana bedanya “aura” jika saya menghadap WD-3 dengan rekan saya, Ayi Wirawan (yang ketika itu menjadi KaDep Advokasi) jika menghadap orang yang sama…..

Singkatnya, saya lebih santai dan tanpa beban saat menghadap pejabat dekanat, sdangkan rekan saya ini –at least menurut saya- berada dalam kondisi yang kurang nyaman saat menghadap bapak2 yang terhormat di lantai-3 KPTU FT UGM itu…..

Karena apa??? Besar kemungkinan karena TEME BAHASAN yang kami bawa adalah berbeda, jika saya membawa tema yang mana kedua pihak (BEM dan Dekanat) relative sejalan dalam memandangnya, maka rekan saya tadi membawa tema yang bersifat sebaliknya (relative menimbulkan friksi/pretentangan –sekecil apapun itu-)

Selama 3 tahun di BEM KMFT, Itulah yang SEDIKIT saya pahami (dan rasakan) mengenai Advokasi……

Singkat cerita, November-Desember 2008 terjadi Transisi/suksesi kepengurusan di Korps Asisten Teknik Sipil (KATS), dan setelah melalui beberapa rapat&perundingan yang cukup alot (sekaligus menjadi “debut” saya menjadi pemimipin dalam forum yang  -saat itu- sangat2 ga comfort), saya pun terpilih, eh tertunjuk menjadi Koordinator/Ketua KATS untuk masa bakti 1 periode mendatang………(dan saya cukup “bangga”, karena saya menjadi Koordinator TANPA melakukan penyampaian visi-misi sebelumnya (baca:kampanye), alias menjadi Koordinator dulu, baru menyampaikan visi-misi….karena model menyampaikan visi-misi terlebih dhulu dalam kampanye agar dipilih.adalah sesuatu yang Kurang sejalan dengan “idealisme” yang saya anut),

Di sinilah Jiwa Advokasi saya –justru- mulai Tumbuh dengan “ideal” (tidak seperti di BEM Teknik, di mana sejak menjadi Staff, KaDiv, maupun KaDep di 2 Departemen yang berbeda “maqom”nya, saya HANYA tau sepintas, tapi belum bisa terinternalisasi akan jiwa2 advokasi tersebut).

PR pertama saya, eh kami (pengurus) ding adalah Menurunkan Honor Asisten periode Sem Genap 2008 (Jan-Jul 2008) di akhir Desember 2008, periode di mana SAYA BELUM MENJADI ASISTEN!!!! Atau dengan kata lain, SEBENARNYA itu adalah “dosa warisan” dari struktur kepengurusan yang lama (yang mana strukturnya sendiri juga bermasalah)………..Anda tau kan, kalo Akhir Desember adalah injury time untuk masa anggaran kerja instansi2 (termasuk di JTSL UGM terntunya), setelah melalui perjuangan yang ekstra keras (hiperbolik dikit gpp kan???), ALHAMDULILLAH kami berhasil menurunkan Honor Para asisten, sejumlah Rupiah yang meskipun secara nominal tidak terlalu wah, namun saya menyadari bahwa itu adalah HAK PARA ASISTEN atas KERJA KERAS mereka (terlepas dari seberapa maksimal kinerja mereka di lapangan), dan aku mulai paham: inilah salah satu wujud dari kerja ADVOKASI itu……….

Next: Beberapa kerjaan advokasi selanjutnya sudah menanti di depan mata, Mulai dari mengkoordinir jadwal dan pelaksaanaan Praktikum/tugas besar, memFix kan mekanisme penurunan Honor asisten (agar tidak terulang Tragedy Injury Time seperti yang saya ceritakan sebelumnya di depan), menjadi jembatan informasi/komunikasi antara Pengurus Jurusan dengan para asisten (melalui Ko-As lebih dahulu tentunya), menjaga -bahkan meningkatkan- Standard Quality dari Mekanisme pengasistenan agar benar2 layak, dsb……..

 

Motif beramal

Aku berfikir, disayangkan banget seandainya ada orang yang udah capek2 kerja keras dan memberikan kemaslahatan untuk banyak orang, namun tidak menghasilkan KEUNTUNGAN (minimal:keuntungan Ukhrawi, syukur2 keuntungan Duniawi juga kesabet), dan aku tak ingin menjadi orang yang bernasib seperti itu……………

Makanya, saya berdoa, semoga kerja2 kami (para pengurus KATS 2008-2009) ini, yang insya Alloh berusaha memberika kemaslahatan untuk “umat” (baca:mahasiswa, baik praktikan maupun asisten) di JTSL UGM, akan memberikan KEUNTUNGAN juga bagi kami (ga “sekedar keuntungan duniawi –berupa honor-, namun juga berupa keuntungan Ukhrawi –berupa amal pahala-), AAMIIN……………

 

Sedikit melihat panggung politik nasional, saya tertarik dengan sebuah jargon BERSIH, PEDULI, PROFESIONAL yang dipopulerkan oleh salah satu ParPol di Indonesia (yang mana banyak rekan saya yang aktif/semi-aktif di sini, namun saya memastikan bahwa –secara branding Politik- saya bukan bagian dari Parpol ini, bukan pula bagian dari parpol manapun)

3 kata yang sangat inspiratif bagi saya (meskipun saya tidak ingin, lebih tepatnya takut berkoar2 dengan kata2 manis semacam itu di depan umum….takut kalo ga konsisten)….

 

FRISKI CAHYA NUGRAHA

Mahasiswa JTSL FT UGM

Koordinator KATS-UGM 2008-2009

ex Pengurus BEM KMFT UGM (2005-2008)

One response to this post.

  1. Posted by zulhimawan on Juni 8, 2009 at 8:04 pm

    pengertian advokasi teknis senaca umum

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.