Mintalah Akhirat, kau akan mendapat kenikmatan dunia (4)
Ahad, 19 April 2009
Somedays ago, in the night, before sleep, I pray to Alloh SWT, I want get up at +/- 4.00 AM next at the next day, but “fortunately” I get up 1,5 hours more early, I get up at 2.30 AM………….
Pada pagi (dini) hari itu, ada 2nd leg Liga Champion antara The Reds versus The Blues (di mana The Reds deficit 2 gol dari The Blues), namun malam harinya (sebelum tidur) aku kurang berminat utk nonton pertandingan tsb (padahal yg maen –dan sedang kritis- adalah Tim Favoritku di daratan Britania lho, The Reds Liverpool), makanya aku berdoa agar bisa bangun pukul 4, aku “hanya” karena ingin bisa mengawali hari itu dengan berdoa&mendekatkan diri kepada Alloh sejak 10-15menit sebelum waktu Subuh tiba (kalo “kepentingan” jangka pendeknya sih, karena hari itu aku ada UTS, tapi kalo “kepentingan” jangka panjangnya, ya ada banyak………….)
Dan ternyata, aku bisa bangun pada pk 2.30, so : “jadwal” berdoa dsj aku “ajukan” menjadi lebih awal, setelah sekian lama berdoa, aku “bertamu” ke kamar sebelah buat nonton Liga Champions………Meskipun hanya melihat di babak ke-2, tapi justru pertandingan sanagt seru di babak ke-2 tsb…….Babak-1 berakhir dengan skor 0-2 (keunggulan The Reds), di babak ke-2 hujan gol terjadi di kedua gawang…..skor pun berubah dari 0-2, 3-2, 3-4, dan akhirnya.menjadi 4-4 …………….dan The Reds pun tersingkir dari Liga Champions (kalah sebagai “pemenang”, yaitu kemenangan mental utk mampu bangkit dari keterpurukan deficit 2 gol di 1st leg)………
Begitulah sebuah Ibroh yang aku petik dari sepenggal kisah hidupQ , aku meminta Akhirat (kesempatan utk bangun berdoa pada dini hari), namun Alloh memberi dunia (plus akhirat juga), namun ternyata dunia tak seindah harapan (sudah seneng bisa liat The Reds maen dengan semangat tempur yang gila-gilaan, ternyata masih juga tersingkir dari Liga Champions………..)